Siap Berinvestasi pada Blog Bisnis? Cek dulu dengan 7 Pertanyaan Berikut Ini!

Siap Berinvestasi pada Blog Bisnis? Cek dulu dengan 7 Pertanyaan Berikut Ini!

Untuk kesekian kalinya, saya mendapat pertanyaan dari seorang kawan;

“Apakah blog bisnis, benar-benar bermanfaat untuk bisnis saya? Butuh berapa lama sampai bisa menghasilkan?”

Ya, berinvestasi pada blog bisnis memang tidak murah. Wajar jika kita sering bertanya-tanya apakah cara ini akan berhasil, dan kapan kita bisa mendapat hasil dari pemasaran online ini.

Untuk mengetahui kesiapan Anda, coba simak galeri berikut ini.

 

#1. Kenali tujuan atau target Anda

#1. Apa tujuan atau target blog bisnis Anda

Sebelum membuat blog bisnis perlu bagi Anda untuk menentukan goals atau target blog bisnis Anda; apakah itu trafik, leads, atau branding.

Menentukan target akan membantu Anda menentukan jenis konten marketing yang tepat. Misalkan jika tujuan Anda adalah trafik, maka Anda butuh konten beragam dan dalam jumlah yang banyak. Jika tujuan Anda adalah leads, maka Anda butuh konten yang spesifik dan bisa menghasilkan konversi.

#2. Berapa lama rencana waktu investasi Anda

#2. Berapa lama rencana Anda hendak melakukan investasi pada cara ini

Jika Anda berencana membuat konten marketing hanya dalam jangka 6-12 bulan, maka sebaiknya Anda mencari cara pemasaran online lainnya. Blog bisnis adalah sebuah investasi jangka panjang. Jika Anda konsisten melaksanakan strategi Anda, paling tidak, 6 bulan kemudian Anda baru akan melihat hasilnya.

#3. Kenali target audience Anda

#3. Siapa target audience Anda

Tentu saja setelah menentukan tujuan Anda membuat blog bisnis, maka Anda juga perlu menentukan siapa target audience Anda. Target audience akan menentukan tone konten sekaligus jenis artikel yang paling tepat untuk blog bisnis Anda.

#4. Apakah Anda sanggup membuat 2-3 konten per minggu?

#4. Apakah Anda sanggup membuat 2-3 konten per minggu?

Untuk mencapai tujuan yang Anda harapkan, setidaknya Anda perlu mengunggah 2-3 konten per minggu, dan melakukannya dengan konsisten paling tidak selama satu tahun. Jika hal ini tidak mungkin untuk Anda, maka carilah penulis konten atau tim yang mampu “merawat” blog bisnis dan membantu Anda untuk mencapai tujuan pemasaran online Anda.

#5. Konten seperti apa yang hendak Anda buat?

#5. Konten seperti apa yang hendak Anda buat

Seperti blog pada umumnya, Anda berhak mengunggah jenis konten apa pun. Namun, seperti pada pertanyaan pertama, jenis konten yang Anda unggah dan bagikan haruslah sejalan dengan target yang ingin Anda capai. Syarat lainnya, konten tersebut haruslah konten yang bermanfaat untuk target audience Anda. Jadi, jangan membuat konten hanya untuk “sekedar update” jika Anda tidak ingin usaha Anda sia-sia.

#6. Apakah kompetitor Anda melakukan dan telah sukses menggunakan cara ini?

#6. Apakah kompetitor Anda melakukan dan telah sukses menggunakan cara ini?

Jika kompetitor Anda juga membuat blog bisnis, dan sukses menggunakan cara ini, maka cara ini kemungkinan besar juga akan sukses untuk Anda.

Ketahui bagaimana mereka melakukannya dan duplikatlah cara mereka, tapi dengan cara Anda sendiri tentu 🙂

#7. Apa yang bisa melakukan perbedaan terhadap strategi kompetitor Anda

#7. Apa yang bisa melakukan perbedaan terhadap strategi kompetitor Anda

Misalkan kompetitor Anda sukses mendatangkan trafik karena konten mereka memang keren, maka bisakah Anda melakukan cara yang sama tapi dengan taktik yang berbeda? Misalkan Anda menambahkan podcast pada konten Anda, membuat video, membagikan pada beberapa grup di media sosial dan lain sebagainya.

Jika dari ketujuh pertanyaan tersebut Anda sudah memiliki jawabannya, maka dapat dipastikan jika Anda telah siap memulai blog bisnis Anda.

(Visited 38 times, 1 visits today)
6 Comments
  1. Nice artikel mbak. Ky tanaman juga ya.. kl mau menghasilkan, blog bisnis hrs dirawat n dikembangkan

  2. Oh seperti itu ya, setidaknya harus rutin ya upload 3 konten perminggu selama setahun. Bikin konten yang variatif dan menarik itu yang agak sulit ya mba..

    1. Iya mbak, karena blog bisnis memang tidak langsung menghasilkan. Seperti membangun brand bukan?
      Memilih konten yang tepat memang agak sulit. Karena itulah tentukan dulu target blog di awal. Dan saat merencanakan konten, berpikirlah a;a si target (user) tersebut. Seperti apa kebutuhannya, apa masalah yang mungkin si target sedang di hadapi, dan bagaimana bisnis kita bisa membantu mereka.
      Terima kasih sudah berkunjung mbak … 🙂

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *